Thursday, March 20, 2014

SURAT AYAH UNTUKKU

Saat ini, badanku sudah renta, bukan lagi badanku yang dulu - badan kuat Ayah kebanggaanmu, yg bahu dan lehernya menjadi tumpuanmu. maklumilah diriku. Tetaplah bersabar menghadapi ketidakmampuanku yang semakin banyak.

Saat ini, engkau mulai menyaksikan pemandangan yang kotor dihadapanmu karenaku. Bahkan, baru saja air liurku terjatu tercecer dilantai dan telah menodai sepatumu. Maklumilah diriku. ingatlah saat kau mengajakku bermain di pagi hari, muntah dan mengotori pakain kerjaku.
Saat ini aku sering mengulang-ulang terus ucapanku hingga membuatmu bosan. Bersabarlah ingatlah dimasa engkau meminta aku membaca setiap cerita dongeng yg ku ulang-ulang untuk mengantar tidur dan mimpi indahmu.

Saat ini aku membutuhkanmu untuk mengelap dan membersihkan tubuhku. Lakukanlah dengan senang hati. Ingatlah  bagaimana susahnya membujukmu, berhenti bermain agar aku bisa memandikanmu.

Saat ini aku telah melakukan kesalahan dengan menggunakan bajuku terbalik, bahkan sepat terlihat oleh tamumu, saat aku melintas di ruang tamu.Perbaikilah, Ingatlah setiap ingin bermain diluar rumah, engkau berkali-kali memasang terbalik sepatumu dan aku selalu membenahinya untukmu.

Saat ini aku sering bingung dan tidak lagi dapat menjangkau pembicaraanmu. jangalah merendahkanku. Ingatlah cara-cara yang kulakukan untuk menjawab setiap pertanyaan ''Mengapa'' yang selalu kau ajukan saat itu.

Saat ini,kita berjalan bersama, namun aku tidak mampu mengimbangi kecepatan langkahmu. Tetaplah disampingku,beriringanlah denganku, dan ulurkanlah tanganmu. Ingatlah bagaimana engkau belajar berjalan saat itu.

Saat ini, aku sering lupa berbagai peringatan mu, termasuk menggunakan sendok garpu di tanganku. Janganlah bosan mengingatkanku atau mungkin melakukan untukku.Ingatlah pada masa kecilmu saat engkau belajar menggunakan sendok,garpu,piring,dan gelas.

Saat ini, aku sering mengajakmu duduk bercerita di belakang rumah, dekat kandang ayam kita.Namun aku tidak mudah lagi mencerna setiap maksud pembicaraanmu, apalagi tentang pekerjaanmu. Janganlah bosan, perlu engkau tahu, sebenarnya topik pembicaraanmu bukan lagi hal penting bagiku. Asal kau ada disisiku itulah kerinduanku.

Saat ini, mungkin aku seolah-olah tidak menghargai usahamu yang membelikanku makanan kesukaanku,karena tidak lebih dari dua sendok makanan yang melewati tenggorokanku. Bersabarlah.Ingatlah ketika setiap aku menyuapimu makan,setiap kali pula engkau mencoba memuntahkan makanan itu, sebelum masuk ke perutmu.

Saat ini, bukan lagi seperti dulu ketika aku selalu ada untuk mengajarimu. Aku menua dengan segala kekurangan fisik dan fikiranku. Janganlah bersedih.Tetaplah bersuka cita, seperti suka citaku di masa kecilmu.Bagaimanapun masa kecilmu telah menjadi inspirasi,kekuatan,serta penghibur bagiku. Satu hal yang engkau harus tahu......jiwaku tetap seperti dulu, elalu bersorak -sorai,ber hip-hip hura ketika bersamamu.

Nanti jika aku pergi menghadap Yang ESA, aku akan merepotkanmu lagi dengan segala urusan yang berhubungan denganku dan engkau akan menumpahkan air matamu.Jangan terlalu menangisiku.IKlaskanlah kepergianku dan genapilah suka citaku.Lakukanlah segala sesuatu untuk pemberangkatanku dengan senang hati. Ingatlah aku sudah ada gantinya di dunia ini, dirimu, anakku....



Seorang anak tidak pernah memilih untuk dilahirkan,dan orangtua tidak memilih untuk mengalami masa TUA dan RENTA. Namun semua itu adalah masa2 indah buatku Dan Semoga juga selalu indah bagimu.... AMIN

                                                                         AYAHMU

No comments:

Post a Comment